Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian terhadap Ketahanan Pangan

Ketika Sawah Berubah Beton: Harga yang Dibayar untuk Ketahanan Pangan

Alih fungsi lahan pertanian, sebuah proses konversi lahan subur menjadi area non-pertanian seperti permukiman, industri, atau infrastruktur, adalah isu krusial yang mengancam fondasi ketahanan pangan suatu negara. Dampaknya bukan sekadar hilangnya petak sawah, melainkan ancaman serius terhadap pasokan pangan berkelanjutan bagi jutaan jiwa.

Produksi Pangan Menurun Drastis
Lahan pertanian adalah jantung produksi pangan. Setiap hektar lahan subur yang beralih fungsi berarti berkurangnya kapasitas domestik untuk menghasilkan padi, jagung, sayuran, dan komoditas penting lainnya. Konsekuensinya adalah penurunan volume panen nasional, yang pada gilirannya meningkatkan ketergantungan pada impor pangan. Ketergantungan ini membuat harga pangan lebih rentan terhadap fluktuasi pasar global dan gejolak geopolitik, yang pada akhirnya membebani masyarakat.

Ancaman Terhadap Mata Pencarian dan Lingkungan
Lebih dari sekadar kuantitas, alih fungsi lahan juga berdampak sosial dan lingkungan. Para petani kehilangan mata pencarian dan identitasnya, memicu urbanisasi paksa serta kemiskinan di pedesaan. Secara lingkungan, hilangnya sawah dan kebun mengurangi daerah resapan air, memperburuk risiko banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau, serta menghilangkan habitat alami dan keanekaragaman hayati.

Krisis Pangan di Depan Mata
Secara keseluruhan, dampak alih fungsi lahan pertanian adalah ancaman nyata terhadap kemandirian dan ketahanan pangan jangka panjang. Negara menjadi lebih rentan terhadap krisis pangan global, pasokan yang tidak stabil, dan lonjakan harga yang membebani masyarakat, terutama kelompok rentan. Tanpa lahan yang cukup untuk berproduksi, sulit menjamin ketersediaan pangan yang merata dan terjangkau bagi seluruh penduduk.

Perlindungan Lahan, Investasi Masa Depan
Oleh karena itu, perlindungan lahan pertanian bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kebijakan tata ruang yang tegas, insentif bagi petani untuk mempertahankan lahannya, serta kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lahan subur adalah kunci untuk memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. Mengubah sawah menjadi beton berarti mengorbankan masa depan pangan kita sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *