Menuju Bumi Lebih Hijau: Langkah Indonesia Pangkas Emisi Karbonium
Perubahan iklim adalah tantangan global yang mendesak, dan emisi karbonium (karbon dioksida) adalah pemicu utamanya. Gas rumah kaca ini, yang sebagian besar berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan perubahan tata guna lahan, memerangkap panas di atmosfer, menyebabkan pemanasan global dan dampak krisis iklim yang semakin parah. Oleh karena itu, usaha penurunan emisi karbonium menjadi prioritas krusial bagi setiap negara, termasuk Indonesia.
Urgensi dan Strategi Penurunan Emisi
Penurunan emisi karbonium adalah investasi untuk masa depan planet dan kesejahteraan manusia. Dampaknya meliputi kenaikan permukaan air laut, cuaca ekstrem, dan ancaman terhadap keanekaragaman hayati. Untuk mengatasi ini, strategi utama berfokus pada:
- Transisi Energi: Beralih dari bahan bakar fosil (batu bara, minyak, gas) ke sumber energi terbarukan seperti surya, angin, hidro, dan panas bumi.
- Efisiensi Energi: Mengurangi konsumsi energi di sektor industri, transportasi, bangunan, dan rumah tangga melalui teknologi dan praktik yang lebih efisien.
- Pengelolaan Lahan Berkelanjutan: Mencegah deforestasi, melakukan reforestasi dan aforestasi (penanaman hutan baru), serta menerapkan praktik pertanian yang ramah lingkungan untuk meningkatkan penyerapan karbon oleh ekosistem.
- Inovasi Teknologi: Mengembangkan dan menerapkan teknologi penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (CCUS), serta mempromosikan industri hijau.
- Pengelolaan Limbah: Mengurangi limbah dan mengelola sampah dengan lebih baik untuk mengurangi emisi metana dari tempat pembuangan akhir.
Sasaran Nasional Indonesia
Indonesia, sebagai negara dengan komitmen global, telah menetapkan target ambisius dalam upaya penurunan emisi karbonium melalui Dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) yang diperbarui. Sasaran utama Indonesia adalah:
- Mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% dengan upaya sendiri (unconditional) pada tahun 2030.
- Meningkatkan pengurangan emisi hingga 41% dengan dukungan internasional (conditional) pada tahun 2030.
Target ini mencakup berbagai sektor kunci, yaitu energi, kehutanan, pertanian, industri, dan limbah. Sektor kehutanan dan energi menjadi kontributor terbesar dalam upaya mitigasi ini. Selain itu, Indonesia juga memiliki visi jangka panjang untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat, yang berarti menyeimbangkan emisi yang dilepaskan dengan penyerapan karbon dari atmosfer.
Penurunan emisi karbonium bukan hanya tugas pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh elemen bangsa: industri, masyarakat sipil, akademisi, dan individu. Dengan langkah-langkah konkret dan komitmen bersama, Indonesia dapat berkontribusi signifikan terhadap upaya global menjaga kelestarian bumi demi generasi mendatang.






